IMMIMPANGKEP – Di kalangan teman seangkatannya, #Zealous025, dirinya dipanggil Puyu, sebenarnya adalah singkatan dari namanya Putri Ayu. Ya Nama Lengkap Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang sekarang duduk di Kelas XII ini adalah Putri Ayu Budi Kusuma. Sejak awal masuk di Kelas X SMA, Putri dari pasangan Budi Utomo dan Ummul Kusuma ini langsung melibatkan diri dalam Program Tahfidzul Qur’an.
Salah satu prestasi yang dicatatkannya semasa duduk di Bangku Kelas XII adalah meraih Penghargaan “Santri Mahir Artificial Intelligence” (Short Course Tingkat Nasional – 10 Jam Pelatihan) Angkatan I yang diselenggarakan dalam jaringan dengan platform MOOC (Massive Open Online Course) Pintar oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan – Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI pada 20 s.d. 21 Oktober 2024. (Lihat Sertifikatnya disini: Sertifikat SHORT COURSE-Mahir Artificial Intelligence)
Putri Ayu Budi Kusuma yang lahir di Mamuju, Sulawesi Barat, 13 Juni 2007 adalah penyuka tari dan membaca novel. Menurutnya, Selama mondok di Pesantren, dirinya mendapatkan banyak pelajaran hidup yang berharga. “Di Pondok, kita belajar banyak hal, tentang kesabaran, kerja keras, dan yang lebih penting tentunya, menjaga hubungan dengan Allah SWT dan interaksi dengan sesama teman dan guru. Pelajaran dan Pengalaman selama di Pondok ini akan menjadi bekal bagi saya untuk menghadapi kehidupan di luar pesantren, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.
Putri Ayu yang bercita-cita ingin menjadi Apoteker ini berharap semoga kelak perjalanan hidup berikutnya di luar mondok menjadi lebih terarah dengan adanya pengalaman dan suka-cita pernah hidup dalam pondok pesantren. “Pengalaman di pesantren adalah perjalanan yang penuh makna. Saya tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, menjalin persahabatan, dan belajar tentang kehidupan. Meninggalkan pesantren adalah langkah awal untuk menerapkan semua pelajaran yang telah didapat dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Selamat ya, Puyu, Sebentar lagi kamu akan mengakhiri masa nyantrimu, sebagai anak pondok, tapi jangan pernah berhenti menjadi “anak tahfidz”. Semoga kelak Cita-citamu menjadi Apoteker dapat terwujud dan menjadi jalan pengabdian bagi sesama. (*)
Komentar Terbaru