Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
20 Juni 2026

Mengenal 3 Kitab Matn Tajwid: Hidayatus Sibyan, Tuhfatul Athfal, dan Al-Muqaddimah al-Jazariyah

Sab, 20 Juni 2026 Dibaca 164x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post:  Dalam Sepekan, Raih Tiga Ijazah Sanad Kitab Matan Ilmu Tajwid

IMMIMPANGKEP – Apa itu Kitab Matan Tajwid? Ya, Kitab Matan Tajwid dapat diartikan sebagai teks atau ringkasan pokok-pokok kaidah cara membaca Al-Qur’an secara benar (ilmu tajwid). Kebanyakan kitab matan tajwid disusun dalam bentuk Nadhom (bait-bait syair bersajak/puisi ilmiah) menggunakan bahar/irama Rajaz.

Penyusunan Kitab Matan Tajwid tersebut dalam bentuk syair (nadhom) ini bertujuan agar materi ilmu yang padat menjadi mudah dihafalkan, diingat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam Belajar Ilmu Tajwid, ada tiga kitab matan yang sangat populer, yaitu Kitab Matan Hidayatus Sibyan, Matan Tuhfatul Athfal dan Kitab Matan al-Muqaddimah al-Jazariyah.

Mengapa Ketiga Kitab Matan Ini Sangat Penting untuk Dipelajari?

(1) Metode Penahapan Pembelajaran (Sistemis). Ketiga matan ini menyajikan tangga pembelajaran tajwid yang terstruktur rapi. Seorang murid dapat memulai dari Hidayatus Sibyan untuk fondasi paling awal, melanjutkan ke Tuhfatul Athfal untuk pemahaman hukum-hukum tajwid yang lebih variatif, dan menyempurnakannya dengan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah untuk menguasai makhraj, sifat huruf, serta ilmu Rasm dan Waqaf-Ibtida’.

(2) Kemudahan Menghafal Melalui Format Nadhom (Syair). Ketiga kitab ini ditulis dalam bentuk bait-bait syair bersajak (rajaz). Format nadhom memudahkan para santri dan pembelajar Al-Qur’an untuk menghafalkan kaidah-kaidah hukum tajwid luar kepala, sehingga teori tajwid akan selalu diingat saat membaca Al-Qur’an.

(3) Mencakup Pilar Utama Makhraj dan Sifat Huruf. Membaca Al-Qur’an secara benar tidak hanya tentang hukum sambung-menyambung (seperti Iqlab atau Ikhfa), tetapi juga kebenaran pengeluaran bunyi huruf dari sumbernya (makhraj) serta karakter vokalnya (sifat). Ketiga matan ini—terkhusus Jazariyah—menjelaskan fondasi paling mendasar tersebut.

(4) Keberkahan Sanad dan Penerimaan Luas (Talaqqi): Ketiga karya ini disepakati dan diakui oleh mayoritas ulama Al-Qur’an dari zaman ke zaman (maqbul). Mengaji ketiga matan ini menghubungkan pembelajar pada jalur talaqqi (sanad keilmuan) tajwid yang bersambung sampai ke Rasulullah ﷺ melalui para imam qira’at mutawatir.

Untuk lebih mengenalnya, berikut ini adalah ringkasan, ulasan profil penulis, struktur bait, cakupan materi tajwid, serta urgensi mempelajari tiga kitab matan ilmu tajwid utama: Hidayatus Sibyan, Tuhfatul Athfal, dan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah.

1. Matan Hidayatus Sibyan (هداية الصبيان)

Kitab Matan ini disusun oleh Syaikh Said bin Saad An-Nabhani Al-Hadhrami (1300–1354 H / 1883–1935 M), seorang ulama besar dan mufti asal Tarim, Hadramaut, Yaman. Beliau dikenal sangat produktif dalam menyusun karya-karya ringkas (muhtashar) yang memudahkan para penuntut ilmu pemula.

  • Jumlah Bait: Terdiri dari 40 bait nadhom.

  • Materi yang Diuraikan: Secara umum, Hidayatus Sibyan mengulas materi-materi tajwid tingkat dasar, meliputi:

    • Hukum Nun Mati (Sakinah) dan Tanwin (Izhar, Idgham, Iqlab, Ikhfa).

    • Hukum Mim dan Nun Tasydid (Ghunnah).

    • Hukum Mim Mati (Sakinah).

    • Hukum Alif Lam Ta’rif (Qamariyah dan Shamsiyah).

    • Hukum Mad dan pembagiannya secara ringkas.

  • Tingkatan: Pemula / Dasar.

2. Matan Tuhfatul Athfal (تحفة الأطفال)

Kitab Matan Tuhfatul Athfal ini disusun oleh Syaikh Sulaiman bin Hasan bin Muhammad Al-Jamzuri (lahir sekitar pertengahan abad ke-12 H di Jamzur, Mesir). Beliau dikenal dengan julukan Al-Afandi. Dalam mempelajari ilmu qira’at dan tajwid, beliau berguru kepada Syaikh Nuruddin Al-Mihi.

  • Jumlah Bait: Terdiri dari 61 bait nadhom.

  • Materi yang Diuraikan: Tuhfatul Athfal (berarti “Hadiah untuk Anak-Anak/Pemula”) memuat aturan-aturan hukum hukum tajwid dasar sampai menengah, seperti:

    • Hukum Nun Mati dan Tanwin.

    • Hukum Mim dan Nun Tasydid (Ghunnah).

    • Hukum Mim Mati (Sakinah).

    • Hukum Lam Fi’il dan Lam Halaf (Al-Lamat).

    • Hukum Al-Mitslain, Al-Mutaqaribain, dan Al-Mutajanisain (pertemuan dua huruf serupa, berdekatan, atau sejenis).

    • Pembagian Mad (Mad Asli/Thabi’i, Mad Far’i) beserta hukum-hukumnya (Wajib, Jaiz, Lazim).

  • Tingkatan: Pemula hingga Menengah.

3. Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah (المقدمة الجزرية)

Kitab Matan al-Muqaddimah al-Jazariyah ini disusun oleh Imam Syamsuddin Abul Khair Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al-Jazari Al-Dimasyqi Al-Syafi’i (751–833 H / 1350–1429 M), yang dikenal sebagai Imam Ibnul Jazari. Beliau adalah Syaikhul Qurra (puncak mahaguru para ahli qira’at) pada zamannya dan pengarang masterpiece sanad Al-Qur’an (Naysr fi Qira’atil ‘Ashr).

  • Jumlah Bait: Terdiri dari 107–109 bait (tergantung versi tahqiq naskah, umumnya 107 bait menurut tahqiq Dr. Aiman Rusydi Suwaid).

  • Materi yang Diuraikan: Kitab ini merupakan kurikulum tajwid yang sangat lengkap dan mendalam, mencakup:

    • Makhraj dan Sifat-sifat Huruf Hijaiyah (Makharijul Huruf wa Sifatuha).

    • Hukum Tartil dan Tafkhim-Tarqiq (tebal-tipisnya pengucapan huruf, terutama Ra’ dan Lam).

    • Hukum-hukum tajwid klasik (Nun Mati, Mim Mati, Mad).

    • Pelatihan lidah dan pentingnya berguru langsung (Riyadhatul Lisan).

    • Makrifat tentang Waqaf (pemberhentian) dan Ibtida’ (memulai bacaan).

    • Hukum penulisan Al-Qur’an mushaf Utsmani: Al-Maqthu’ (kata yang dipisah) dan Al-Mawshul (kata yang disambung), serta hukum Ta’ Marbuthah / Ta’ Maftuhah (At-Ta’at).

    • Hamzah Washal.

  • Tingkatan: Menengah hingga Tingkat Lanjut (Mutaqaddim).

Demikian catatan singkat mengenai Kitab Matan Tajwid: Hidayatus Sibyan, Tuhfatul Athfal dan al-Muqaddimah al-Jazariyah tersebut diatas. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 20 Juni 2026.

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077