Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Muraja’ah Djuz 28: Qs As-Saff: 1-14

IMMIMPANGKEP – Syukur Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, masih saja terus diberikan kesempatan dan kesehatan dalam bermajelis ilmu, mengikuti dauroh ilmiyyah bersanad dari para syaikh, guru dan ustadz yang ikhlas. Kemarin, Jumat (02/02/2024), penulis menerima ijazah sanad tertulis “Ijazah Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah Al-Kautsar” dan “Ijazah Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff” dari Ustadzuna, Ustadz Abdur Rahman al-Maidany dari Markaz Imam Syafi’i.

Surah Ash-Shaff (Surah ke-61) terdiri dari 14 ayat dan termasuk golongan Surah Madaniyyah. Dinamai dengan “As-Shaff”, karena pada ayat keempat surat ini terdapat kata “Shaffan” yang berarti “satu barisan”. Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menemui apa yang dimurkaiNya. Pada ayat ketiga diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berbicara tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya. Pada ayat keempat diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya, yaitu orang-orang yang berjihad di jalan Allah dalam satu barisan.

Pokok-Pokok Isi dari Qs. As-Shaff ini menerangkan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, anjuran berjihad di jalan Allah, pengikut-pengikut Nabi Musa dan ‘Isa pernah mengingkari Ajaran-ajaran para nabi, kaum musyrikin Mekkah ingin memadamkan cahaya Allah (Agama Islam), ampunan Allah dan surga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimat Allah dengan harta dan jiwa.

Surah As-Shaff ini dimulai dengan “sabbaha lillahi” bertasbih kepada Allah, bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Selanjutnya Surah As-Shaff ini menganjurkan supaya Orang-orang mukmin selalu menyesuaikan antara ucapan dengan perbuatan, dan menerima tawaran Allah, yaitu ampunan dan surga dapat dicapai dengan iman dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Pada Surah As-Shaff ini juga diterangkan bahwa Orang-orang Yahudi adalah kaum yang sesat dan fasik.

Berikut ini bacaan Al-Qur’an Surah As-Shaff ayat 1-14 dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahnya.

 

 سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

 

“Sabbaḥa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm”

Artinya:

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (Qs. As-Shaff: 1)

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

 

“Yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf’alụn”

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (Qs. As-Shaff: 2)

 

 كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

 

“Kabura maqtan ‘indallāhi an taqụlụ mā lā taf’alụn”

Artinya:

“(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Qs. As-Shaff: 3)

 

 اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

 

“Innallāha yuḥibbullażīna yuqātilụna fī sabīlihī ṣaffang ka`annahum bun-yānum marṣụṣ”

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. As-Shaff: 4)

 

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْۗ فَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

 

“Wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumi lima tu`żụnanī wa qat ta’lamụna annī rasụlullāhi ilaikum, fa lammā zāgū azāgallāhu qulụbahum, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn”

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?’ Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (Qs. As-Shaff: 5)

 

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ

مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

 

“Wa iż qāla ‘īsabnu maryama yā banī isrā`īla innī rasụlullāhi ilaikum muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa mubasysyiram birasụliy ya`tī mim ba’dismuhū aḥmad, fa lammā jā`ahum bil-bayyināti qālụ hāżā siḥrum mubīn”

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs. As-Shaff: 6)

 

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰىٓ اِلَى الْاِسْلَامِۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

 

“Wa man aẓlamu mim maniftarā ‘alallāhil-każiba wa huwa yud’ā ilal-islām, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn”

Artinya:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qs. As-Shaff: 7)

 

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

 

“Yurīdụna liyuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim, wallāhu mutimmu nụrihī walau karihal-kāfirụn”

Artinya:

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (Qs. As-Shaff: 8)

 

 هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

 

“Huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ ‘alad-dīni kullihī walau karihal-musyrikụn”

Artinya:

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.” (Qs. As-Shaff: 9)

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ

 

“Yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum ‘alā tijāratin tunjīkum min ‘ażābin alīm”

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (Qs. As-Shaff: 10)

 

 تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ

 

“Tu`minụna billāhi wa rasụlihī wa tujāhidụna fī sabīlillāhi bi`amwālikum wa anfusikum, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn”

Artinya:

“Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (Qs. As-Shaff: 11)

 

 يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۙ

 

“Yagfir lakum żunụbakum wa yudkhilkum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru wa masākina ṭayyibatan fī jannāti ‘adn, żālikal-fauzul-‘aẓīm”

Artinya:

“Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs. As-Shaff: 12)

 

 وَاُخْرٰى تُحِبُّوْنَهَاۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

 

“Wa ukhrā tuḥibbụnahā, naṣrum minallāhi wa fat-ḥung qarīb, wa basysyiril-mu`minīn”

Artinya:

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.” (Qs. As-Shaff: 13)

 

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْٓا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗقَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ

فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ ۚفَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظَاهِرِيْنَ

 

“Yā ayyuhallażīna āmanụ kụnū anṣārallāhi kamā qāla ‘īsabnu maryama lil-ḥawāriyyīna man anṣārī ilallāh, qālal-ḥawāriyyụna naḥnu anṣārullāhi fa āmanat ṭā`ifatum mim banī isrā`īla wa kafarat ṭā`ifah, fa ayyadnallażīna āmanụ ‘alā ‘aduwwihim fa aṣbaḥụ ẓāhirīn”

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?’ Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.” (Qs. As-Shaff: 14).

Demikianlah 14 ayat Qs. As-Shaff ini. Surah As-Shaff merupakan amalan qauliyah yang dianjurkan untuk selalu dibaca, sebagaimana dikutip dari buku Keutamaan Al-Quran dalam Kesaksian Hadis (2011) yang dieditori Muhammad Shohib. Allah SWT menyukai Orang-orang yang rutin membaca surah As-Shaff.

Hal ini tergambar dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Salam, ia berkata:

“Kami saling bertanya, ‘Siapakah di antara kalian yang mau menemui Rasulullah dan menanyakan, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Namun, tidak ada satu pun dari kami yang berdiri. Kemudian Rasulullah mengirim seorang laki-laki kepada kami, lantas kami pun berkumpul, dan utusan itu membacakan kepada kami surah ini, yakni seluruh surah As-Saff,” (H.R. Ahmad).

Ijazah Sanad Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff. (foto: ist/*)

Ijazah Sanad Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff. (foto: ist/*)

Demikianlah sedikit catatan tentang Ijazah sanad  Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff ini. Mengapa perlu bersanad?

 

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

 

Artinya:

“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya]

Beliau juga berkata,

 

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

 

Artinya:

“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]

Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:

 

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

 

Artinya:

“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Pangkep, 3 Februari 2024

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.

 

Artikel/Tulisan terkait:

– Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah

– Meraih Ijazah Sanad 6 Hadits Musalsal

– Meraih Ijazah Sanad Hadits Musalsal

– Meraih Ijazah Sanad Hadits Musalsal – MTI

– Meraih Ijazah Sanad Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah Al-Kautsar wa Surah As-Shaff

– Daftar Kitab yang Biasa diambil Sanadnya dalam Majelis Ilmu

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077