Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Pentingnya Bersanad dalam Keilmuan Islam
IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menemukan Kitab Nadhom Majmu’ (Kumpulan Nadhom Majmuat), yang didalamnya memuat banyak nadhom dari kumpulan kitab-kitab matan (mutun ilmiyyah) yang sebelumnya telah penulis ajarkan dan dapatkan ijazah sanadnya.
Kitab Nadhom Majmu’ ini disusun dari Kumpulan Beberapa Mushonnif/Penyusun atau Penulis, berisi beberapa kitab matan (Nadhom), yaitu diantaranya:
1. Matn/Nadhom Ro’sun Sirah
Ro’sun Sirah merupakan kitab nadzam/syair berbahasa Arab–Pegon yang berfungsi sebagai matan (teks ringkas) untuk menghafalkan kosakata Bahasa Arab dasar beserta artinya dalam bahasa Jawa Pegon. Kitab ini salah satu karya yang terkenal dipakai di pesantren dan TPA di Jawa sebagai pelajaran awal bahasa Arab bagi santri pemula.
Ro’sun Sirah berbentuk syair nadzam dengan baris-baris yang berima, berisi kumpulan kosa kata (terutama benda, tubuh, aktivitas, tempat) dalam bentuk Arab, diikuti dengan terjemahan atau padanan dalam bahasa Jawa Pegon. Setiap pelajaran (disebut dars) menyusun puluhan kata berseri; misalnya: Pelajaran pertama: kepala, leher, kuping, gigi, hidung, bibir, mata, tangan, kaki, dada, lengan, dan lain-lain, Pelajaran berikutnya mencakup tema seperti alam, tumbuhan, aktivitas, hewan, dan benda sehari-hari.
2. Nadhom Alala (Kitab Matn Ta’lim Muta’allim)
3. Nadhom Mathlab
Nadhom al-Mathlab ini memaparkan tentang prinsip moral yang harus dimiliki oleh para pelajar yang sedang menempuh pendidikan. Keharusan pelajar untuk menghiasi diri dengan akhlak, seperti bagaimana seharusnya memperlakukan guru dan kutub menjadi bagian penting di dalamnya.
4. Matn Tanbihul Muta’allim
Kitab ini merupakan nadzam/syair singkat yang memuat nasehat adab (tata krama) bagi penuntut ilmu, dirangkai agar mudah dihafalkan dan diajarkan di pesantren, madrasah, atau lingkungan pondok santri. Kitab ini menyusun berbagai adab belajar secara tematik, antara lain:
(a) Adab sebelum hadir ke majelis ilmu (belajar), seperti bersuci (wudhu), berpakaian bersih, memakai wewangian, bersiwak, dan menyiapkan alat tulis dan kitab;
(b) Adab saat berada di majelis ilmu. Duduk tenang, menghadap guru, memulai/mengakhiri dengan basmalah dan shalawat, mendengarkan dan mencatat penjelasan guru secara fokus;
(c) Adab setelah belajar. Mengulang kembali (murājaʿah) pelajaran di rumah, memperdalam hafalan, dan mempersiapkan diri untuk pengajian selanjutnya.
(d) Adab internal dan sosial. Menjaga niat, menghormati guru, orang tua, teman; bekerja keras; menjaga waktu belajar; serta menjauhi sifat riya’ dan kasih sanjung.
5. Nadhom Khoridatul Bahiyah
Lihat: Nadzom Khoridatul Bahiyah
6. Matn/Nadhom Aqidatul Awwam (Ilmu Tauhid)
Lihat: Meraih Ijazah Sanad Mandzumah ‘Aqidatul Awwam
7. Nadhom Hidayatus Sibyan
Lihat: Terjemah Matan Hidayatus Sibyan, Ujian Akhir Daurah Matan Hidayatus Sibyan
8. Matn Tuhfatul Athfal (Ilmu Tajwid)
Lihat: Mengapa Mesti Belajar Matan Tuhfatul Athfal?, Ujian Akhir Daurah Kitab Matan Tuhfatul Athfal, Dalam Sepekan, Raih Tiga Ijazah Sanad Kitab Matan Ilmu Tajwid
9. Matn al-Jazariyah
Nadzam Matn al‑Jazariyyah (يُسمَّى أيضًا Al‑Muqaddimah al‑Jazariyyah) adalah salah satu teks klasik penting dalam ilmu tajwid (tata cara membaca Al‑Qur’an) yang banyak diajarkan di madrasah dan pondok pesantren. Matan al‑Jazariyyah disusun oleh Syamsuddin Abul Khair Muhammad bin Muhammad bin ‘Ali bin Yusuf al‑Jazariyy ad‑Dimasyqi al‑Syafi‘i pada tahun 798 H atau Tahun 1350 M), seorang ulama ternama di ilmu tajwid dan qira’at yang wafat tahun 833 H.
Matn al-Jazariyah berisi 109 bait syair (beberapa versi menambah hingga 109 sebagai penutup), disusun dengan pola nadzam agar mudah dihafalkan. Kitab Matan ini mengeksplorasi dasar-dasar ilmu tajwid, mulai dari makharij (tempat keluarnya huruf), sifat huruf, hingga hukum-hukum tajwid seperti tafkhīm, waqf, mad, dan lain-lain.
10. Nadhom al-Awamilul al-Jurjani (متن العوامل الجرجاني) adalah teks klasik berbahasa Arab yang berisi kaidah dasar ilmu nahwu (tata bahasa Arab), khususnya tentang ‘āmil — yakni unsur yang menentukan i‘rāb (akhiran) dari kata dalam kalimat, ditulis oleh Syekh ‘Abd al‑Qāhir bin ‘Abd al‑Raḥmān al‑Jurjānī, seorang ulama besar di bidang ilmu balāghah dan nahwu Abad ke‑5 H.
Bersambung …. (2)
***
Demikianlah beberapa Kitab Matn / Nadhom yang telah penulis dapatkan ijazah sanadnya, dan untuk mempelajari dan menghafalkan kitab matan tersebut akan lebih mudah dan lengkap karena semuanya dikumpulkan dalam satu kitab kecil kumpulan nadhom, itulah Majmu’at atau Nadhom Majmu’. Silakan mencari dan membelinya di Toko Buku Kepesantrenan.
Beberapa dari kitab matan/nadhom tersebut, telah pula penulis cantumkan linknya untuk memudahkan mempelajarinya lewat web blog ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.
Komentar Terbaru