Related Post: Mencari Duta Baca IMMIM Pangkep?
IMMIMPANGKEP – Jika ada seorang santri yang memiliki keperibadian introvert, namun mampu bertahan mondok selama 6 tahun, maka santriwati tersebut dapat dikatakan unik dan eksistensinya berada dalam lingkungan mondok harus mendapatkan apresiasi dan acungan jempol. Apa Itu Kepribadian Introvert? Kepribadian introvert bisa dikatakan lebih menyukai isi pikirannya sendiri. Orang dengan kepribadian introvert lebih nyaman saat sendiri dibanding ekstrovert yang suka bergaul bareng teman-temannya. Ekstrimnya, introvert itu orangnya minderan, tidak percaya diri tampil di depan umum. Eits, tapi bukan berarti yang introvert anti-sosial ya!
Ya, demikianlah santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang satu ini, namanya Natasya Dwi Putri. Santriwati asal Kabupaten Barru, kelahiran 28 Juni 2007 yang akrab disapa Tasya ini merasa nyaman di lingkungan pertemanan di Pondok selama 6 tahun. Tasya lebih sering ‘mengisi’ energinya dengan melakukan me-time, dan gampang capek saat berada di keramaian. Hal inilah yang diperhatikan pengasuh/guru dalam lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Santriwati yang introvert juga lebih suka menyendiri, tapi bukan berarti kesepian. Hanya saja, kalau lagi menyendiri itu, mereka bisa mencharge lagi energinya, balik lagi jadi lebih semangat melakukan beragam hal-hal yang disukai tanpa harus dengerin komentar orang lain. Itulah sebabnya Tasya lebih menyukai lingkup pertemanan yang kecil, small circle. Tasya tak banyak ngomong, aslinya pemalu, pendiam dan tak suka menjadi pusat perhatian. Tasya juga cenderung berbicara dengan hati-hati! Tujuannya mungkin supaya tak menyinggung perasaan teman-temannya dengan kata-katanya.
Meski cenderung dipandang negatif, Seseorang dengan kepribadian introvert dapat melejitkan prestasinya dengan memberinya kesempatan bicara terbuka dan lebih menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan. Inilah yang kemudian dieksplorasi secara perlahan-lahan oleh Natasya Dwi Putri hingga memantapkan pilihannya mengakrabi dunia literasi, apalagi memang dirinya cukup mampu menjaga ritme semangat belajarnya.
“Di tengah kesibukan belajar di dalam Pondok, saya menemukan ketertarikan khusus dalam dunia menulis. Menulis menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengembangkan diri, menuangkan pemikiran, dan memperluas wawasan,” ujar Tasya, santriwati yang pernah mengikuti Konferensi Pemuda untuk Perdamaian di Makassar (2024) dan Lokakarya Kreatif Penulisan Pelajar Kabupaten Pangkep (2025).
Beberapa waktu lalu, Natasya Dwi Putri juga terpilih sebagai Duta Baca Putri IMMIM 2025. “Dari kegiatan literasi ini, saya mendapatkan pengalaman baru sekaligus belajar langsung dari para penulis dan pembimbing yang kompeten. Hal ini menambah semangat saya untuk terus berkembang dalam dunia literasi,” imbuhnya.
Saat ini, Natasya Dwi Putri tengah mempersiapkan langkah berikutnya, melanjutkan pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Baginya, ini adalah harapan perjalanan baru yang penuh tantangan, tetapi juga penuh harapan untuk tumbuh lebih jauh dalam dunia akademik dan literasi. (*)
Komentar Terbaru