Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
9 Januari 2024

Sanad dan Bahasa Arab

Sel, 9 Januari 2024 Dibaca 1436x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

IMMIMPANGKEP – Apa itu sanad, dan apakah jika harus bersanad harus bisa berbahasa Arab? Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H) -rahimahullah- berkata,

 

 

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

 

Artinya:

“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Muqaddimah Shahih Muslim]

Beliau juga berkata,

 

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

 

Artinya:

“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]

Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:

 

 

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

 

Artinya:

“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42].

Maka demikianlah sanad keilmuan, harus dipertanggung-jawabkan pada setiap mata rantai keilmuannya dan terus bersambung ke atas sampai guru pertamanya atau guru yang menuliskannya tentang suatu perkara keislaman. Dan tentu saja, fondasi atau modal utama sebagai “thalabul ilmi”, penuntut ilmu khazanah keilmuan Islam adalah Bahasa Arab, karena itu Bahasa Arab harus menjadi satu kesatuan pembelajaran yang harus dikuasai dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan sanad keilmuan yang akan kita pelajari dan ambil.

Imam Syafi’i rahimahullah (Ar-Risalah, I/48) mengatakan bahwa Fondasi utama belajar atau mendalami khazanah keilmuan Islam pada beragam bidang kajian (ilmu adab dan akhlaq, tauhid, fikih dan ushul fiqh, ilmu tajwid, ilmu qiraat, nahwu-shorof, al-qur’an-hadits, faraidh, dan lain sebagainya) adalah pembelajaran Bahasa Arab.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

 

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf [12]: 2)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,

”Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yaitu Al-Qur’an, pen.) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa Arab, pen.).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, 4/365)

Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi, memang sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk mencintai Bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192( نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194( بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195 

Artinya:

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Pencipta Semesta Alam,  dia dibawa turun oleh Ar-ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 192-195)

Bahasa Arab merupakan sarana untuk memahami agama Islam. Menjaga bahasa Arab salah satu cara menjaga agama dan ajaran Islam. Meninggalkan bahasa Arab salah satu sebab menyimpangnya seseorang dalam memahami agama dan ajaran islam.

Mari belajar dan mendalami Bahasa Arab, dan pada akhirnya menjadi penjaga kemurnian agama dan ajaran Islam ini dengan mengambil sanad dari para ulama’. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 9 Januari 2024

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077