
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Download Kitab Irsyadul ‘Ibad: Kitab Irsyadul ibad dan Terjemahnya disini: Terjemah Irsyadul Ibad
BLOGGURU – Kitab Irsyadul Ibad adalah kitab yang membahas tentang apa? Kitab Irsyadul Ibad merupakan kitab karangan Syekh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al-Malibari berisi masalah-masalah fiqih dilengkapi dengan nasehat yang bersumber dari hadits nabi dan kisah-kisah para ulama’ terdahulu sehingga menawarkan banyak Nilai-nilai pendidikan akhlak.
Siapa Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari? Beliau ulama asal Malabar, India Selatan. Selain kitab Irsyadul Ibad Ila Sabili Al-Rasyad, karya lainnya adalah Fathul Mu’in. Tak diketahui secara persis kapan Syekh Zainuddin Al-Malibari lahir. Beliau dikenal pula bernama Makhdum Thangal, nama kunyah ini dikaitkan dengan daerah asal tempat tinggalnya, sekaligus sebagai cerminan penghormatan masyarakat setempat terhadap keutamaan dirinya. Syekh Zainuddin Al-Malibari dikenal sebagai ulama yang sangat tegas, kritis, konsisten, memiliki pendirian yang teguh, pernah menjadi hakim, penasihat kerajaan serta diplomat. Beliau diperkirakan meninggal sekitar tahun 970-990 H dan dimakamkan di pinggiran Kota Ponani, India.
Kitab Irsyadul ‘Ibad yang ditulis Syekh Zainuddin Al-Malibari ini cukup unik, karena ditulis dengan gaya bahasa fikih tasawuf yang sangat rapi, runtut dan tidak monoton. Membaca kitab ini, seolah kita memasuki gaya bahasa perpaduan antara kitab fikih dan tasawuf dengan tatanan yang sangat proporsional. Sejak bab pertama hingga akhir, kita akan disajikan penyampaian yang pelan-pelan, dari masalah iman hingga hingga bab terakhir, bab ar-raja’ (harapan). Dari bab fikih paling dasar, yakni wudhu’ hingga jinayat (pidana hukum islam). Semua ditulis dan diawali dari dasar hukum islam atau dalil asal yang melandasi bab tersebut.
Semisal pada bab iman, Syekh Zainuddin menulis awal pembahasan dengan menukil firman Allah SWT.
Artinya:
Allah Ta’ala berfiman, “Wahai orang-orang beriman, sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian (demikianlah) orang-orang sebelum kalian. Supaya kalian bertaqwa.
Lihat pula: Rekomendasi Kitab Jika Mendalami Fikih
Pembahasan fikih dari Kitab Irsyadul ‘Ibad ini sangat menarik karena tak hanya dari dalil nash al-Qur’an, tapi juga dalil nash hadits nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Umar bin Khattab, tatkala para sahabat bersama Rasulullah, seorang laki-laki berpakaian sangat putih, rambutnya sangat hitam. Para sahabat tidak melihat bekas perjalanan dan belum ada yang pernah melihatnya sama sekali.
Hingga laki-laki itu duduk dengan sopan dan bertanya, “Wahai Muhammad, bertahukanlah tentang islam.” Kemudian rasul Saw. menjawab, Islam adalah engkau harus mengucapkan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, beribadah haji apabila mampu.”
Laki-laki itu menjawab, “Engkau benar.”
Para sahabat kaget pada orang yang bertanya sekaligus membenarkan jawaban nabi. “Beritahu aku tentang iman.”
Rasulpun menjawab, “Iman yaitu kamu mempercayai akan Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-utusan-Nya, hari akhir, takdir baik dan buruk itu dari Allah.”
“Engkau benar. Maka beritahulah aku tentang ihsan.”
Rasul bersabda, “Kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Apabila kamu tidak melihatnya, maka sesungguhnya Allah itu melihatmu.”
Begitulah, dalil pokok dan pangkal dari pembahasan setiap bab nya selalu disertakan dari sumber aslinya langsung, al-Qur’an dan hadis. Setelah itu, Syekh Zainuddin membahas bagaimana ulama merinci dan mendetailkan pembahasan bab dalam kitab tersebut.
Kitab Irsyadul ‘Ibad ini berisi sekitar 88 bab. Dari segi penulisannya, kitab ini boleh dibilang setara dan selevel dengan kitab Bahjah al-Wasail bi Syarh Masail karya ulama nusantara, yakni Syekh Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Bantani, sebuah kitab fikih tawasuf yang juga sangat populer di kalangan pondok pesantren.
Terakhir, kitab ini penulis rekomendasikan untuk dikaji oleh semua kalangan, khususnya bagi pelajar, santri, mahasiswa dan sarjana muslim sebagai panduan fikih Islam yang tak hanya benar, tapi juga beradab dan bertata krama. Sebagaimana namanya , Irsyadul Ibad ila Sabilir Rosyad yang artinya Petunjuk Bagi Hamba Allah Menuju Jalan Kebenaran.
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Artikel/tulisan terkait Syaikh Zainuddin bin Abdul Azis al-Malibari dan karyanya:
– Mengenal Kitab Qurrotul Ain, Fathul Muin dan Syekh Al-Malibari;
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (1);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (2);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (3);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (4);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (5);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (6);
– Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (7);